Imbas Tarif AS, Rupiah Diperkirakan Bisa Alami Tekanan Berat

2025-04-05 03:18:01
Ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Antara)

JAKARTA, insidepontianak.com - Banyak analis keuangan menilai akan ada imbas pengenaan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.

“Indonesia (mendapatkan tarif) 32 persen. Rupiah bakalan tertekan berat sebagai salah satu negara yang dikenakan tariff reciprocal besar,” kata Analis Doo Financial Futures Lukman Leong.

Lukman Leong menilai nilai tukar (kurs) rupiah bisa mengalami tekanan berat akibat kebijakan tarif dari AS ini. 

Pada Rabu (2/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal terhadap mitra dagang AS sebagai upaya untuk memangkas defisit perdagangan global.

Tarif tambahan sebesar 25 persen untuk semua mobil yang dibuat di luar AS sebagaimana diumumkan Trump pekan lalu, akan berlaku sesuai rencana pada hari ini.

“Rupiah diperkirakan akan kembali melemah hari ini, besar kemungkinan akan volatile dan melibatkan intervensi BI (Bank Indonesia). Indeks dolar AS terpantau volatile menyusul kebijakan tarif imbal balik Trump yang sedang diumumkan terlihat lebih agresif dari yang diperkirakan. Sentimen pasar saat ini sangat negatif dan risk off, BI akan intervensi,” kata Lukman Leong.

Berdasarkan sentimen tersebut, kurs rupiah pada hari ini diperkirakan berkisar Rp16.600 sampai dengan Rp16.900 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi di Jakarta melemah sebesar 59 poin atau 0,36 persen menjadi Rp16.772 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.713 per dolar AS. (ANT)

Leave a comment