Ketua DWP Kalbar Soroti Kasus Perundungan Akibat Kondisi Mental yang Tak Sehat
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat (DWP Kalbar) Windy Prihastari menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) di sekolah maupun kampus.
Hal itu diakui Windy Prihastari banyak dipengaruhi oleh kondisi mental yang tidak sehat.
Kesehatan mental harus dijaga sejak dari rumah. Anak perlu diajarkan hidup berdampingan, menghormati sesama, tidak membully teman, dan tidak lari ke hal-hal negatif ketika menghadapi masalah.
“Ini tugas kita bersama sebagai orang tua,” tegasnya saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan yang digelar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (28/11/2025).
Ia lantas mengajak semua pihak harus berperan aktif dalam mempersiapkan bonus demografi menuju Generasi Emas 2045.
Windy juga mengajak seluruh anggota DWP untuk mengambil peran strategis dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045.
Bahwa bonus demografi merupakan peluang besar bagi Indonesia, di mana penduduk usia produktif (15–64 tahun) jumlahnya lebih besar dibanding usia non-produktif.
Kondisi ini, jika dikelola dengan baik melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat.
“DWP sebagai organisasi yang beranggotakan istri-istri Aparatur Sipil Negara harus menjadi garda terdepan dalam mendukung terwujudnya SDM unggul di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Windy menegaskan bahwa pembentukan generasi emas dimulai dari keluarga. Menurutnya, tumbuh kembang anak tidak hanya perlu diperhatikan secara fisik, tetapi juga secara mental.
Windy kembali mendorong seluruh anggota DWP untuk terus aktif dan terlibat dalam berbagai bidang, sesuai peran strategis organisasi.
“Dalam hymne Dharma Wanita sudah jelas bahwa kita harus mensejahterakan keluarga, baik sosial, budaya, maupun ekonomi. Sebisa mungkin kita membuat para suami nyaman dan memberikan yang terbaik bagi keluarga,” tambahnya. (*)

Leave a comment