Banjir Bandang Sumatera Barat, 2.500 Warga Agam Mengungsi

2025-11-29 13:17:57
Sejumlah petugas Basarnas Padang mengevakuasi korban terdampak banjir di Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Antara)

LUBUK BASUNG, insidepontianak.com – Banjir bandang terus melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Hujan deras sepekan terakhir membuat sungai meluap. 

Akibatnya, rumah-rumah tenggelam. Jalan terputus. Ribuan warga terpaksa lari menyelamatkan diri. BPBD mencatat 2.500 orang sudah mengungsi hingga Sabtu. Mereka disebar ke berbagai titik aman yang disiapkan pemerintah.

“2.500 warga terdampak dievakuasi ke lokasi pengungsian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, di Lubuk Basung, mengutip Antara, Sabtu (29/11/2025) 

Kecamatan Ampek Koto menjadi wilayah paling parah dilanda bencana hidro meteorologi. Di kecamatan ini, 600 orang mengungsi. 

Di Kelurahan Dalam, Nagari Pasia Laweh, sekitar 100 warga ditampung di Kantor Wali Nagari setelah jalan putus diterjang banjir. Banjir juga merendam Kecamatan Palembayan dan Ampek Nagari. Ratusan warga dievakuasi ke balairong kantor wali nagari.

Di Malalak Timur situasinya sama genting. Ratusan warga menyelamatkan diri ke titik aman. Di Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, banjir membuat warga mengungsi ke halaman Kantor Camat Tanjung Mutiara.

“Evakuasi dilakukan menggunakan perahu. Kita dibantu Basarnas Padang, Lantamal II Padang, dan unsur lainnya,” ujar Rahmat.

Pemerintah sudah mendirikan 26 dapur umum di berbagai titik untuk memastikan pasokan makanan warga yang mengungsi aman.

“Kebutuhan makan seluruh pengungsi ditanggung dapur umum,” katanya.

Banjir bandang dan longsor ini juga menelan banyak korban. Sebanyak 86 orang meninggal dunia dan 88 orang belum ditemukan.

Korban tersebar di Kecamatan Malalak (10 orang), Tanjung Raya (2 orang), Matur (1 orang), dan Palembayan (74 orang yang telah ditemukan).***

Leave a comment