Dari 111 Paket Proyek Pendidikan, 56 Rampung dan Dibayar Hingga Akhir 2025
KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, meninjau langsung progres pekerjaan fisik di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara.
Dari hasil peninjauan, sekitar 50 persen pekerjaan fisik dinas pendidikan telah rampung hingga akhir tahun anggaran 2025.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas dan capaian pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa. Dalam kegiatan itu, Amru didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumadi, serta Inspektur Pembantu Inspektorat, Herdi.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, pada Tahun Anggaran 2025 terdapat 111 paket pekerjaan dengan total nilai anggaran mencapai Rp16 miliar. Dari jumlah tersebut, tiga paket tidak dapat dilaksanakan karena berkaitan dengan kewenangan.
Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 56 paket pekerjaan telah selesai dan dicairkan. Sementara itu, puluhan paket lainnya yang telah rampung masih dalam proses pemeriksaan dan audit oleh Inspektorat sebelum dilakukan pembayaran.
“Pekerjaan yang sudah selesai itu lebih dari 56 paket. Namun masih ada puluhan paket yang belum dibayarkan karena masih dalam proses pemeriksaan dan audit Inspektorat. Jadi, kalau belum selesai dan belum diaudit, tidak kita bayarkan,” ujar Amru Chanwari.
Untuk paket pekerjaan yang belum rampung, berdasarkan laporan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan, progres pekerjaan masih bervariasi, mulai dari 50 persen hingga 80 persen. Terhadap sisa pekerjaan tersebut, penyedia diberikan kesempatan penyelesaian hingga 50 hari kalender dengan mekanisme pengenaan denda.
“Mekanismenya, penyedia tetap diberikan kesempatan untuk bekerja, tetapi dengan hitungan denda,” jelasnya.
Amru menambahkan, dalam masa perpanjangan tersebut, penyedia diwajibkan memperpanjang jaminan pelaksanaan serta menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Jika batas waktu yang diberikan pekerjaan tidak juga diselesaikan, kontrak pun akan diputus.
“Kalau melihat progres yang ada, kami yakin pekerjaan yang tersisa dapat diselesaikan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berharap perbaikan dan pembangunan sarana pendidikan ini dapat meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan fasilitas, termasuk ketersediaan rumah guru. (*)
Tags :

Leave a comment