Harga Gas LPG 3 Kg di Sambas Tembus Rp 30 - 35 Ribu
SAMBAS, insidepontianak.com – Warga Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mengeluhkan tingginya harga gas LPG bersubsidi ukuran tiga kilogram yang dijual di tingkat warung.
Harga gas melon tersebut dilaporkan berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.
Harga tersebut diperoleh warga setelah berkeliling ke sejumlah warung karena tidak semua tempat memiliki stok gas yang tersedia. Kondisi ini membuat warga harus mencari ke beberapa lokasi demi mendapatkan LPG untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Sambas, Alvi, mengatakan bahwa harga LPG di warung memang sudah berada di kisaran tersebut sejak akhir tahun lalu. Ia menilai harga tersebut masih tergolong mahal bagi masyarakat.
“Harganya sekitar Rp30 ribu, bahkan ada yang sampai Rp35 ribu. Itu sudah dari Desember 2025 sampai sekarang Januari,” ujarnya, Kamis (7/1/2026).
Selain mahal, Alvi juga mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG karena kerap kehabisan stok di warung dekat rumahnya. Ia terpaksa mendatangi lebih dari satu warung untuk mencari gas.
“Kadang harus keliling dulu, satu atau dua warung. Warung dekat rumah sering habis, jadi cari ke tempat lain,” katanya.
Bahkan, lanjut Alvi, tidak jarang dirinya harus pergi ke desa lain demi mendapatkan LPG.
“Kadang harus ke arah Senyawan, cari warung di sana. Kalau di Tumuk Manggis sering kosong,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumindag) Kabupaten Sambas, Suparno, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan LPG di tingkat pangkalan masih dalam kondisi aman.
“Distribusi masih berjalan seperti biasa dan lancar. HET belum berubah, kalau di warung memang biasanya ada tambahan karena mereka cari untung,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) LPG subsidi di wilayah Kabupaten Sambas sesuai dengan Surat Keputusan Bupati berada di kisaran Rp20 ribu per tabung.
“HET LPG subsidi di Sambas rata-rata sekitar Rp20 ribuan,” katanya.
Untuk memastikan distribusi dan harga LPG sesuai ketentuan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dengan melibatkan camat dan kepala desa.
“Terima kasih informasinya, nanti kami juga akan turun ke lapangan. Kami minta bantuan camat dan kades untuk ikut melakukan monitoring,” pungkasnya. (*)
Tags :

Leave a comment