Akses Jalan Rusak Parah Puluhan Tahun, Warga Sungai Dungun Bertahan dengan Gotong Royong

2026-01-13 17:17:11
Salah satu guru saat melewati jalan Sungai Daun Desa Sebubus Kecamatan Paloh. (istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Kondisi jalan penghubung dari Merbau menuju Sungai Dungun, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, kian memprihatinkan. 

Warga mengeluhkan kerusakan jalan yang sudah berlangsung puluhan tahun tanpa perhatian serius dari pemerintah, terutama saat musim penghujan dan musim landas.

Toby, warga Sungai Dungun, mengungkapkan bahwa dari total panjang jalan sekitar enam kilometer, hanya sekitar 300 meter di awal dusun yang diberi aspal goreng. Setelah itu, sekitar satu kilometer berupa batu kasar, sementara sisanya sepanjang kurang lebih lima kilometer masih berupa jalan tanah.

“Kalau hujan, jalan ini sangat parah. Licin, berlumpur, dan sulit dilewati. Sudah berpuluh tahun tidak dipedulikan pemerintah,” katanya, Selasa (13/1/2026). 

Ia menambahkan, jalan yang ada saat ini sejatinya hanya berupa jalan setapak, itupun kondisinya sudah hancur. Hingga kini belum ada perbaikan sama sekali. Warga terpaksa bergotong royong dan patungan membeli batu kecil dan besar untuk menimbun jalan yang rusak parah agar tetap bisa dilewati.

Akibat kondisi tersebut, kecelakaan sering terjadi. Bahkan, sebuah mobil toko yang membawa semen untuk kebutuhan warga pernah terperosok dan terhumban ke sungai saat melintasi jembatan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Dampak paling dirasakan adalah oleh para pelajar. Anak-anak dari Sungai Dungun yang bersekolah di SMP dan SMA di Merbau harus menghadapi medan jalan rusak setiap hari.

“Kasihan murid-murid. Mereka sangat menderita saat berangkat sekolah. Bahkan ada yang putus sekolah karena tidak sanggup lagi menghadapi kondisi jalan setiap hari,” ujarnya.

Tak hanya siswa, para guru dari luar desa yang mengajar di SDN 18 Sungai Dungun juga mengalami kesulitan serupa. Keluhan para guru tersebut sempat viral di media sosial Gosip Sambas, salah satunya melalui unggahan video seorang guru yang menyampaikan keluh kesah dengan cara bernyanyi.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki akses jalan tersebut. Setidaknya, perbaikan dilakukan hingga Simpang Tiga Sungai Dungun menuju Sungai Kapal sepanjang kurang lebih lima kilometer.

“Harapan kami, semoga pemerintah setempat 
segera memperbaiki jalan kami. Ini akses utama warga untuk pendidikan dan aktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (*)

Leave a comment