Perluas Jangkauan Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Pontianak Gandeng Perisai

2025-03-01 00:29:54
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak mengadakan pelatihan kepada Wadah Perisai

PONTIANAK, insidepontianak.com - Menggandeng mitra Perisai, BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja informal di Kalbar. 

Hal itu dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka peningkatan kompetensi Wadah Perisai terhadap kualitas pelayanan Perisai kepada Peserta, Monitoring Evaluasi Kinerja Perisai, dan Perluasan Kepesertaan.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak mengadakan pelatihan kepada Wadah Perisai di Goffee Cafe.

Suhuri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pontianak mengungkapkan kehadiran penggerak jaminan sosial (Perisai) berperan besar dalam program BPJS Ketenagakerjaan, karena dinilai mampu mengakuisisi tenaga kerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Ia juga mengapresiasi kinerja perisai yang sudah aktif mengakuisisi peserta. 

"Saya berharap dengan diadakannya kegiatan ini para agen perisai semakin bersemangat untuk meningkatkan akuisisi kepesertaan," ujarnya.

Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Julianto Marpaung, menegaskan bahwa Perisai merupakan penggerak jaminan sosial ketenagakerjaan. 

"Hal ini berperan penting dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pekerja di wilayah tersebut," jelasnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kabupaten Kubu Raya, BPJS Ketenagakerjaan mengumpulkan berbagai wadah kemitraan, termasuk Wadah Webcam Naik Kelas yang telah bekerja sama dalam meningkatkan pemahaman pekerja informal mengenai manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membahas program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, serta memberikan informasi terbaru terkait layanan BPJS Ketenagakerjaan. 

"Harapannya, para mitra Perisai yang hadir dapat menyampaikan informasi ini secara luas kepada calon peserta BPJS," ujar Julianto.

BPJS Ketenagakerjaan menawarkan tiga program perlindungan utama bagi pekerja informal, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). 

Namun, luasnya wilayah Kalbar menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau seluruh pekerja informal yang belum mengetahui manfaat tersebut.

"Oleh karena itu, kami menggandeng Perisai dan membentuk wadah-wadah edukasi hingga ke tingkat desa, sehingga pekerja di daerah terpencil pun bisa mendapatkan perlindungan yang layak," tambah Julianto.

Dengan adanya sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Perisai, diharapkan semakin banyak pekerja informal yang memahami pentingnya jaminan sosial dan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Demi perlindungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan," tuturnya.

Satu diantara peserta pelatihan, Desti mengatakan sudah mengetahui sejak lama terkait manfaat program BPJS-TK. Namun, ia mengatakan baru berkesempatan mengikuti pelatihan dan mengetahui teknis pelaksanaan.

Di kampungnya Desti menambahkan banyak pekerja rentan yang saat mengalami kecelakaan kerja habis uangnya untuk berobat. 

"Selain itu banyak warga miskin baru karena kepala keluarga meninggal dunia. Itu lah mengapa saya mengajak masyarakat untuk mengikuti program ini," tutupnya. ***

Leave a comment