Yayasan Bhakti Suci Tutup Perayaan Ceng Beng 2576

2025-04-05 05:34:07
Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci Pontianak, Tjiu Sim Pheng memimpin upacara ritual sembahyang leluhur pada penutupan perayaan Ceng Beng di Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Sungai Raya, Jumat (4/4/2025).

PONTIANAK, insidepontianak.com - Bertempat di Tempat Pemakaman Umum Tionghoa, Yayasan Bhakti Suci (YBS) Pontianak menutup Perayaan Ceng Beng 2576 dengan upacara ritual sembahyang leluhur, Jumat (4/4/2025).

Penutupan Perayaan Ceng Beng 2576 dilaksanakan di Yayasan Bhakti Suci, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya

Selama dua pekan masa sembahyang leluhur masyarakat Tionghoa, akhirnya tiba waktu puncak yang ditutup oleh Yayasan Bakti Suci Pontianak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Selama perayaan Ceng Beng atau ziarah makam warga Tionghoa berjalan dengan lancar, tertib, dan aman meski di awal-awal pelaksanaan ada sebagian makam tergenang air akibat hujan dan aliran air drainase kurang lancar.

Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci Pontianak, Tjiu Sim Pheng mengungkapkan, perayaan Ceng Beng ritual sembahyang leluhur yang pertama di tahun 2025 berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

“Seperti tahun lalu, tahun ini (2025) perayaan sembahyang leluhur juga berjalan dengan lancar dan sukses. Masyarakat Tionghoa antusias sembahyang leluhurnya,” ujarnya.

Tjiu Sim Pheng mengharapkan kedepannya pelaksanaan sembahyang leluhur bisa lebih baik dan bagus lagi baik yang dilakukan oleh yayasan, perkumpulan, maupun pribadi warga Tionghoa masing-masing.

“Harapan kita tahun depan sembahyang leluhur bisa sebagus dan lebih bagus dari tahun ini yang tertib dan sukses,” harap Simon Sutjipto, pemilik nama lain Ketum YBS.

Sekretaris Umum Yayasan Bhakti Suci, Tjioe Chai Liang menjelaskan perayaan Ceng Beng merupakan ritual tahunan bagian dari adat istiadat masyarakat Tionghoa.

Ritual tahunan adat istiadatnya Tionghoa, artinya agama apapun di masyarakat Tionghoa, Ceng Beng itu merupakan syukran.

Selama 15 hari pelaksanaan Ceng Beng, akhirnya tiba waktu selesainya perayaan sembahyang leluhur ditutup oleh Yayasan Bhakti Suci yang merupakan wadah himpunan dari berbagai kumpulan atau yayasan di Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah dan sekitarnya.

“Hari ini, dari semua kegiatan Ceng Beng yang berjalan 15 hari itu ditutup Yayasaan Bhakti Suci. Selama 15 hari kita pantau semua berjalan aman dan tertib, tidak ada laporan tentang hal-hal yang dapat mengganggu ritual Ceng Beng ini. Semua berjalan dengan aman,” ujarnya.

Menurut dia, tahun ini warga Tionghoa antusias sekali merayakan Ceng Beng dengan melakukan sembahyang leluhur dan ziarah makam leluhurnya di Taman Pemakaman Tionghoa.

 “Antusias warga luar biasa, dan tiap tahun meski aktivitas semakin tinggi dan sibuk tapi orang Tionghoa tetap memikirkan leluhurnya. Ini menandakan sesibuk apapun, kehidupan orang Tionghoa masih tetap menghormati leluhur yang ada,” pungkasnya. ***

Leave a comment