Pendapatan Anjlok Mendekati Rp500 M, Pemkab Ketapang Rem Belanja, Perjalanan Dinas hingga Konsumsi Rapat Ditiadakan
KETAPANG, insidepontianak.com – Kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Ketapang juga tertekan. Anggaran pendapatan tahun 2026 anjlok hampir Rp500 miliar, setelah pemerintah pusat memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD).
Situasi itu memaksa kepala daerah menata ulang program. Belanja harus disaring ketat. Hanya urusan yang menyentuh masyarakat langsung yang dipertahankan.
“DAK kita nol. Dana bagi hasil turun hampir 80 persen. DAU juga turun, termasuk dana desa. Total pengurangannya mendekati Rp500 miliar,” kata Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Jumat (28/11/2025).
Untuk menyikapi situasi ini, ia meminta seluruh jajaran OPD menyisir ulang rencana belanja. Perjalanan dinas, rapat-rapat, komsumsi rumah rangga dan kegiatan seremoni ditiadakan. Yang diprioritaskan hanya belanja wajib.
"Pembangunan infrastruktur jalan harus tetap bergerak. Pembangunan pendidikan dan kesehatan juga tidak boleh berhenti," tegasnya.
Dalam situasi ini, Bupati Alex menegaskan pemerintah daerah wajib memperluas kolaborasi. Perusahaan yang beroperasi di Ketapang diminta ikut gotong royong melalui optimalisasi CSR agar pembangunan tetap berjalan.
“Ini akan saya jadikan tradisi. Semua harus terlibat. Tidak hanya sawit, kehutanan, dan tambang, tapi seluruh pihak. Ketapang milik kita bersama,” pungkasnya.***

Leave a comment