Ancaman Karhutla Kembali Bayangi Kalbar, DPRD Kubu Raya Minta Lakukan Mitigasi Dini
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Kalimantan Barat, seiring potensi berakhirnya musim hujan dalam waktu dekat.
Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu wilayah yang dinilai paling rawan, mengingat karakteristik lahannya yang didominasi gambut.
Meski saat ini belum terlihat adanya kebakaran, karena masih berada di musim hujan (Januari-Februari).
Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin mewanti-wanti, dengan meminta agar mitigasi harus dilakukan sejak dini. Sebab, begitu masuk musim kemarau, tingkat kebakaran di Kubu Raya itu sangat tinggi.
Ia menekankan, pentingnya kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pihak swasta, masyarakat, hingga aparat keamanan.
"Karena itu antisipasi harus dilakukan sedini mungkin,” tegas Jainal, Rabu (14/1/2026).
Ia mengatakan, Kubu Raya hampir setiap tahun mengalami karhutla dan menjadi salah satu penyumbang terbesar titik api di Kalbar.
Kondisi ini, menurutnya, tak terlepas dari wilayah gambut yang mudah terbakar saat memasuki musim kemarau.
“Setiap tahun Kubu Raya memang selalu mengalami kebakaran," ujarnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Kalbar diperkirakan mulai menurun sejak pertengahan hingga akhir Januari 2026.
Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan, terutama di lahan gambut, yang rawan memunculkan karhutla.
Risiko tersebut muncul setelah sejumlah wilayah Kalbar dilanda banjir akibat curah hujan tinggi sejak November hingga awal Januari 2026.
Legislator PKB itu, mengingatkan posisi strategis Kubu Raya sebagai pintu masuk Kalbar, terutama keberadaan Bandara Internasional Supadio di wilayah ini membuat dampak karhutla tak hanya dirasakan masyarakat setempat, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas penerbangan.
“Kubu Raya ini kan berada di ibu kota provinsi, pintu masuk Kalbar. Bandara ada di Kubu Raya. Kalau terjadi kebakaran dan asap, tentu penerbangan akan sangat terganggu,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong keterlibatan semua pihak, termasuk instansi vertikal seperti TNI dan Polri, yang selama ini dinilai konsisten membantu pemerintah daerah dalam penanganan karhutla.
Tujuannya jelas, agar kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya bisa dimitigasi, seminimal mungkin.
“Kerja sama semua pihak sangat penting, pemerintah daerah, masyarakat, swasta, dan instansi vertikal,” pungkas Jainal. (Greg)

Leave a comment