Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Hulu Kalbar Masih Terjadi, Ritaudin Minta Distribusi Diawasi

2026-01-22 14:43:15
Anggota DPRD Kalimantan Barat, Ritaudin. (Insidepontianak.com/Andi Ridwansyah)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram masih terjadi di wilayah hulu Kalimantan Barat. Dirasakan warga di Kabupaten Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

Persoalan tersebut menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kalimantan Barat, Ritaudin. Pasalnya, kelangkaan berlangsung hampir dua bulan. Sejak Natal hingga kini, belum juga teratasi.

Ritaudin menegaskan, kelangkaan gas melon bukan disebabkan pengurangan kuota dari Pertamina. Akar masalahnya diduga berada di rantai distribusi.

Sebab, hasil koordinasi DPRD Kalbar dengan Pertamina memastikan pasokan elpiji subsidi tidak dikurangi. Bahkan, di beberapa daerah, kuota justru ditambah.

“Kalau masih langka di lapangan, kemungkinan besar ada permainan distribusi,” ujar Ritaudin, Kamis (22/1/2026).

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Legislator PAN Kalbar ini mendesak pengawasan distribusi diperketat. Aparat diminta turun tangan dan bertindak tegas jika menemukan kecurangan.

Penertiban di tingkat pengecer juga menjadi sorotan. Menurut Ritaudin, praktik penumpukan stok kerap memicu kelangkaan.

“Pengecer ini kadang menumpuk. Jatah satu daerah bisa bergeser ke daerah lain karena selisih harga,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan penerima elpiji subsidi tepat sasaran. Gas 3 kilogram tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan industri.

“Kita minta dibentuk satgas agar distribusi kembali normal, apalagi menjelang hari besar keagamaan,” katanya.

Di sisi lain, penambahan kuota untuk daerah yang membutuhkan telah diusulkan sebagai langkah antisipasi. Usulan tersebut masih dalam kajian Pertamina.

“Tim akan turun ke lapangan. Kalau memang ada daerah yang kuotanya kurang, akan kita dorong penambahan,” pungkasnya.***

Leave a comment