Karhutla di Kalbar, Empat Kabupaten Terdampak, BPBD Dorong Penetapan Status Bencana
PONTIANAK, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, kian meluas. Cuaca panas yang melanda sepekan terakhir memperparah situasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar mencatat, karhutla kini terjadi di empat kabupaten: Sambas, Kubu Raya, Mempawah, dan Melawi.
Koordinator Harian UPT Pusdalops PB Kalbar, Daniel menjelaskan, di Kabupaten Sambas, karhutla mulai terpantau sejak 16 Januari 2026. Titik api tersebar di empat kecamatan.
Di Kecamatan Selakau Timur, kebakaran terjadi di Desa Selakau Tua dan Desa Seranggam. Luas lahan terbakar masing-masing sekitar 40 hektare dan 10 hektare.
Karhutla juga melanda Kecamatan Jawai. Tepatnya di Desa Lambau dan Desa Pelimpaan. Lahan yang terbakar seluas 5 hektare dan 2 hektare.
Di Kecamatan Teluk Keramat, api juga menyulut lahan gambut di Desa Sungai Baru seluas kurang lebih 4 hektare.
Sementara di Kecamatan Salatiga, kebakaran terjadi di Desa Serumpun dengan luas lahan yang terbakar mencapai 5 hektare. Selanjutnya, di Kabupaten Kubu Raya, kebakaran lahan tercatat terjadi di enam wilayah.
Di Kecamatan Sungai Raya, titik api muncul di Desa Arang Limbung, Jalan Angkasa Pura II, Jalan Wonodadi II, Gang Sabar, Jalan Parit Pangeran, Desa Tembang Kacang, dan Dusun Tumbang Titi.
Kecamatan Sungai Kakap juga terdampak. Kebakaran terjadi di Desa Punggur Kecil, Jalan Parit Delima, Dusun Kenanga, dan Parit Buloh. Di Kecamatan Batu Ampar, api melanda Desa Batu Ampar dan Dusun Mas Tura.
Selain itu, karhutla pun melanda lahan gambut di Kecamatan Rasau Jaya. Titik api berada di Desa Pematang Tujuh, Dusun Suka Damai, serta Kecamatan Teluk Pakedai, Desa Pasir Putih.
Di Kabupaten Melawi, kebakaran terjadi di Dusun Maram Raya, Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan.
Sementara di Kabupaten Mempawah, lima lokasi terdampak. Yakni Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur, seluas 3 hektare.
Di Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat, sekitar 1 hektare lahan yang terbakar. Sedangkan di Desa Parit Kurus, Sungai Pinyuh, karhutla juga melanda 3 hektare lahan.
Kebakaran pun terjadi di Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, seluas 1 hektare. Serta Desa Pasir, Dusun Sebukit Rasa, sekitar 10 hektare, dan Desa Peniti Dalam II, Kecamatan Segedong, seluas 5 hektare.
Daniel menyebut, kendala utama pemadaman adalah sulitnya akses sumber air. Petugas harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pasokan air.
“Kondisi ini membuat pemadaman tidak bisa dilakukan cepat dan maksimal,” ujarnya.
Selain itu, angin kencang mempercepat penjalaran api dan membahayakan petugas di lapangan. Pemadaman pun harus dilakukan dengan strategi khusus dan membutuhkan waktu lebih lama.
Atas kondisi tersebut, BPBD Kalbar mendorong pemerintah daerah segera menetapkan status siaga bencana karhutla.
“Dengan status siaga, penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi. Personel, peralatan, dan logistik dapat digerakkan secara maksimal,” tutup Daniel.***
Tags :

Leave a comment