Jelang Imlek 2026, Klenteng Sam Bong Dja Sambas 'Siapkan' Ikon Patung Kuda
SAMBAS, insidepontianak.com – Di balik kemegahan perayaan yang akan digelar Klenteng Sam Bong Dja, tersimpan proses panjang yang sarat perjuangan, perencanaan matang, dan semangat gotong royong masyarakat, Selasa (20/1/2026).
Sejak hampir dua bulan terakhir, panitia dan pengurus klenteng telah berjibaku mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pembuatan ikon utama berupa kuda.
Panitia Klenteng Sam Bong Dja, Ali, mengungkapkan bahwa persiapan tidak hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut kesiapan teknis dan finansial. Mulai dari kondisi tanah, tenaga kerja, hingga pengadaan berbagai kebutuhan yang sebagian besar bersumber dari desa setempat.
“Sejak awal kami sudah memahami bahwa persiapan ini membutuhkan dana besar. Karena itu, hampir dua bulan lalu kami sudah mulai rapat, membahas konsep, model yang akan dibuat, hingga pembagian pekerjaan,” ujarnya.
Setelah konsep disepakati, panitia kemudian mencari tenaga kerja untuk merealisasikan rencana tersebut. Dalam proyek tahun ini, panitia menyiapkan lima kuda sebagai elemen utama, terdiri dari tiga kuda besar dan dua kuda kecil. Proses pembuatan kuda tersebut kini telah rampung, dan saat ini tinggal tahap dekorasi.
Dari sisi anggaran, Ali menyebut biaya tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, dana yang dikeluarkan mencapai lebih dari Rp300 juta.
Sementara untuk tahun ini, meski total anggaran belum dihitung secara pasti, dana yang sudah terpakai sejak awal pengerjaan telah mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami berusaha mengatur dana sebaik mungkin agar semua kebutuhan, terutama dekorasi, bisa terpenuhi dengan maksimal,” jelasnya.
Menariknya, sumber dana tidak hanya berasal dari yayasan, tetapi juga dari partisipasi masyarakat. Sumbangan datang dengan berbagai nominal, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu dan lainnya.
“Walaupun kecil, tetap kami terima. Karena jika dikumpulkan, jumlahnya akan besar dan sangat membantu,” tambah Ali.
Pemilihan kuda sebagai simbol utama bukan tanpa makna. Menurut Ali, kuda melambangkan semangat, kekuatan, kecepatan, dan daya juang yang tinggi. Filosofi tersebut diharapkan mampu membawa semangat baru bagi masyarakat, khususnya di tahun kuda ini.
“Kuda itu kuat, pantang menyerah, dan mampu menempuh jarak jauh. Kami berharap semangat itu bisa menular ke masyarakat, terutama dalam bekerja dan berjuang,” katanya.
Saat ini, progres pengerjaan diperkirakan baru mencapai sekitar 30 persen. Idealnya, seluruh persiapan harus rampung dalam waktu satu pekan ke depan. Namun, proses pembuatan kuda yang memakan waktu hampir dua bulan serta sejumlah kendala lainnya membuat tahapan dekorasi berjalan lebih lambat.
“Sekarang kami masih fokus pada pemasangan dan pembentukan dekorasi kuda. Pekerjaan dilakukan sejak pagi hingga malam,” ungkap Ali.
"Tenaga kerja yang terlibat berasal dari berbagai daerah, termasuk dari Sambas dan Singkawang. Seluruh pekerja bahu-membahu tanpa memandang asal daerah, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menyukseskan perayaan tersebut, " pungkasnya. (*)
Tags :

Leave a comment