Serapan Anggaran Menumpuk di Akhir Tahun, DPRD Sanggau Agendakan Rapat Evaluasi OPD
SANGGAU, insidepontianak.com -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sanggau menyoroti lambannya realisasi sejumlah kegiatan pemerintah daerah yang kembali terjadi dan menjadi rutinitas hampir setiap tahun.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada menumpuknya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di akhir tahun anggaran.
Ketua DPRD Sanggau, Hendrikus Hengki, mengatakan pihaknya telah mengagendakan rapat evaluasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Evaluasi tersebut akan dilakukan melalui rapat lintas komisi dengan memanggil dinas-dinas yang realisasi kegiatannya dinilai terlambat.
“Kita sudah agendakan rapat evaluasi kegiatan-kegiatan yang terlambat bersama OPD. Kita akan rapat lintas komisi untuk memanggil dinas-dinas terkait. Apa yang menjadi persoalan dan kenapa lambatnya realisasi kegiatan ini selalu menjadi rutinitas tahunan, itu yang akan kita evaluasi,” ujar Hengki, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan yang harus dijalankan secara optimal, terutama terkait pelaksanaan APBD. Ia menilai menumpuknya serapan anggaran di akhir tahun menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama yang harus segera dicarikan solusi.
“Fungsi kami selaku pengawasan DPRD, ini memang menjadi PR kita. Mengapa siklus APBD ini selalu menumpuk di akhir tahun. Ini akan kita bahas secara serius,” tegasnya.
Hengki menambahkan, rapat evaluasi tersebut juga bertujuan untuk menilai kinerja OPD di Kabupaten Sanggau, khususnya terkait penyerapan anggaran yang belum merata sepanjang tahun.
Ia menegaskan, DPRD tidak ingin persoalan serupa terus berulang di tahun-tahun berikutnya. Oleh karena itu, DPRD bersama pemerintah daerah akan menyiapkan strategi percepatan serapan anggaran untuk tahun anggaran 2026 dan 2027.
“Jangan sampai kejadian-kejadian seperti ini terus terulang. Ini sudah menjadi persoalan. Kita ingin menyiapkan strategi yang tepat untuk mempercepat serapan anggaran di tahun 2026 dan 2027,” pungkasnya. (*)
Tags :

Leave a comment