Proyek Pendidikan Kayong Utara Disorot, Banyak Molor, Kadis Klaim 40 Paket Tuntas
KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Proyek pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Kayong Utara, tahun anggaran 2025, menuai sorotan.
Sejumlah pekerjaan molor. Banyak proyek baru dikebut di penghujung tahun. Total proyek di Dinas Pendidikan mencapai 111 paket, dengan anggaran sekitar Rp16 miliar.
Nilainya besar dan menyisahkan masalah. Lalu, apa penjelasan Dinas Pendidikan soal ini?
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, mengakui sebagian pekerjaan di 2025 memang ada yang belum selesai sesuai kontrak.
Bahkan, ada tiga paket dipastikan gagal dilaksanakan. Kendalanya, kata dia, menyangkut aspek kewenangan. Sehingga proyek tersebut tak bisa diteruskan sesuai rencana awal.
Di sisi lain, Jumadi mengklaim 40 paket telah rampung sepenuhnya. Pembayaran kepada penyedia jasa disebut sudah dilakukan.
“Untuk paket lainnya, progresnya bervariasi. Ada yang sudah sekitar 70 persen, ada juga yang masih di kisaran 50 persen,” ujar Jumadi saat dikonfirmasi, Senin (6/1/2026).
Terhadap paket yang belum tuntas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memberikan perpanjangan waktu hingga 50 hari kalender. Perpanjangan itu disertai sanksi. Denda tetap dikenakan sesuai kontrak.
Namun sorotan publik tak berhenti di soal progres. Di tengah masyarakat, beredar isu dugaan proyek dimonopoli perusahaan tertentu atas arahan oknum pejabat.
Apa penjelasanya soal ini? Jumadi memilih tak menjawab. Ia enggan menanggapi isu tersebut. Yang ia pastikan, seluruh proyek yang belum selesai 100 persen tetap dilanjutkan sesuai jadwal tambahan.***
Tags :

Leave a comment