Pembangunan Infrastruktur Terkendala Anggaran, Wabup Kayong Utara Ajak Warga Berpartisipasi

2026-01-15 16:55:12
Kondisi Jalan Seponti. Kayong Utara rusak parah terbaru/ist

KAYONG UTARA, insidepontianak.com  – Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan kabupaten yang hingga kini masih banyak dikeluhkan masyarakat.

Amru menyampaikan, kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Kayong Utara pada Tahun Anggaran 2026 berada dalam tekanan cukup berat. Hal tersebut berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam merealisasikan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan.

“Kalau kita bicara membangun, pasti bicara anggaran. Dalam APBD yang dibahas pertama itu pendapatan. Ketika pendapatan sudah tersedia, barulah kita membicarakan pengeluaran dan pembangunan,” ujar Amru saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah ruas jalan kabupaten, terutama di wilayah Teluk Batang hingga Seponti, masih mengalami kerusakan parah. Kondisi ini kerap dikeluhkan masyarakat karena menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari.

Namun demikian, Amru menegaskan pemerintah daerah tidak dapat memaksakan pembangunan di tengah keterbatasan pendapatan.

Situasi ini semakin diperberat oleh kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemangkasan dan pengurangan anggaran, sehingga ruang fiskal daerah untuk pembangunan infrastruktur menjadi semakin terbatas.

“Kita ini dalam struktur hierarki pemerintahan. Komitmen kita untuk tegak lurus dengan kebijakan pusat itu harus kita jaga,” tegasnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Amru menilai kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat, khususnya dalam menangani persoalan infrastruktur skala kecil dan permasalahan lingkungan.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dan tidak semua persoalan harus sepenuhnya bergantung pada pemerintah daerah.

“Saya berharap di tengah situasi yang memang sulit ini, budaya gotong royong bisa tumbuh kembali. Kalau masyarakat hanya mengharapkan dari pemerintah, saya yakin kondisi tidak akan banyak berubah,” katanya.

Amru mencontohkan kegiatan sederhana seperti membersihkan parit dan lingkungan sekitar yang dapat dilakukan secara gotong royong tanpa harus menunggu program pemerintah.

Ke depan, ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai keterbatasan, sembari pemerintah daerah tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan publik serta berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat. (*)

Leave a comment