Soroti Ranking Untan Merosot, Herman Hofi: Ada Masalah Serius di Tata Kelola Kampus

PONTIANAK, insidepontianak.com - Pengamat Kebijakan Publik, Universitas Panca Bhakti Pontianak, Herman Hofi Munawar turut prihatin terhadap peringat Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, yang terus merosot dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, penurunan peringkat tersebut mengindikasikan ada persoalan serius di dalam tata kelola kampus.
Ia juga menilai, Untan sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Kalbar, kini terkesan hanya menjadi badan usaha yang hanya mencari profit semata.
Ini terlihat dengan tumbuhnya pedagang kali lima atau PKL di kawasan kampus, pembangunan coffee shop, hingga mini soccer di kawasan Untan.
Unit-unit usaha tersebut memang tak menyalahi aturan. Sebab, pemerintah memberikan kebebasan universitas untuk mencari dana menunjang kegiatan operasional.
Hanya saja, pendapatan dari sektor usaha tersebut diinginkan dibuka secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, pengembangan bisnis di area kampus sejatinya juga mesti berkorelasi pada peningkatan kualitas akademin universitas.
"Namun persoalannya sekarang, unit usaha Untan banyak, tapi pendapatannya terkesan tidak transparan, fasilitas mahasiswa juga kurang. Bahkan yang membuat miris rankingnya turun," kritik Herman.
Karena itu, anggaran dari unit usaha Untan diminta dibuka ke publik dan dipertanggungjawabkan, agar mahasiswa dan masyarakat tidak berpikir negatif terkait tata kelolanya.
Apalagi, mahasiswa yang menimba ilmu merasa fasilitas mereka terkesan kurang diperhatikan.
"Tak salah kalau mereka berpikir negatif, karena keterbukaan yang sangat minim. Seharusnya banyak profit harus dibarengi dengan kualitas dan fasilitas," ujarnya.
Herman yang juga alumni Untan berpendapat, dengan banyaknya pendapatan mestinya dapat diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan. Misalnya dengan peningkatan fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa.
"Dengan begitu akan membuat mahasiswa merasa nyaman, begitu juga dosen yang mengajar," ucapnya.
Namun, yang terjadi dia melihat fasilitas untuk mahasiswa terkesan tidak diperhatikan. Banyak gedung mangkrak, dan fasilitas yang dibangun tak sesuai kebutuhan.
Tak hanya itu saja, ia juga mendapat informasi bukan hanya rangking Untan yang turun, tapi juga akreditasi di sejumlah jurusan. Karenyanya, Herman mendorong agar Rektor untan segera melakukan evaluasi.
"Rektor harus melakukan penataan dan rekonstruksi dan revitalisasi berbagai sarana prasarana yang ada untuk dioptimalkan dalam rangka peningkatan kualitas," pungkasnya.
Berdasarkan laman edurank.org, pada tahun 2023, ranking Untan berada di posisi 42. Di tahun 2024-2025 turun di peringkat 43.
Sementara, lembaga Webometrics menempatkan Untan tak lagi masuk urutan 50 besar kampus terbaik di Indonesia.
Padahal, di tahun 2018, Untan sempat masuk urutan 40 kampus terbaik dari 2.120 universitas yang ada di Tanah Air.
Webometrics mencatat, penurunan ranking Untan mulai terjadi sejak tahun 2017, di posisi 51. Di tahun 2022, semakin melorot di posisi 65.
Sedangkan di 2023, peringkat Untan turun lagi di urutan 69. Dan di 2024, terjun bebas di urutan ke-79.
Webometrics adalah lembaga pemeringkatan perguruan tinggi di dunia yang berbasis website, di mana kinerja perguruan tinggi dinilai melalui indikator-indikator seperti kehadiran, visibilitas, dampak, keterbukaan, dan keunggulan.***
Tags :

Leave a comment