Draenase di Putussibau Banyak Tak Berfungsi, Sejumlah Titik Jalan Tergenang Air

2026-01-10 07:42:40
Caption: Kondisi genangan air hujan di Jalan Pancasila di sekitar Bundaran Tugu Pancasila Kota Putussibau, Jum'at (9/01/2026). (insidepontianak/Istimewa).

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Drainase di Kota Putussibau dan sekitarnya sampai saat ini banyak yang tidak berfungsi, mengakibatkan terjadinya genangan air hujan hingga ke badan jalan di sejumlah titik. 

Berdasarkan pantauan Insidepontianak, di lapangan genangan air hujan akibat drainase yang tidak berfungsi dengan baik terjadi di ruas jalan Lintas Selan Putussibau Selatan tepatnya disamping jalan masuk SMAN 02 Putussibau Selatan. 

Selain itu, di Simpang Empat Polres Kapuas Hulu, di Depan Mini Market Tita hingga depan Kantor Kemenag Kapuas Hulu, di depan Kantor Dinas Kesehatan Kapuas Hulu serta di sekitaran bundaran tugu Pancasila tepatnya di jalan Pancasila Kota Putussibau samping Taman Kota Putussibau. 

Ketua GP Ansor Kapuas Hulu, Ali Habibi Patra menyoroti kondisi drainase tersebut. 

Menurutnya, banyaknya drainase tidak berfungsi tidak semata-mata tanggungjawab pemerintah, namun kesadaran masyarakat juga salah satu faktor agar drainase tidak tersumbat. 

"Pemda mesti menjadikan drainase ini salah satu prioritas pembangunan, namun diiringi dengan edukasi kepada masyarakat, agar semua bisa sinergis mulai dari tingkatan atas hingga ke RT dan warga," kata Ali Habibi Patra, kepala Insidepontianak, di Putussibau, Jum'at (9/01/2026). 

Ali Habibi berharap ada solusi untuk mengatasi sejumlah titik drainase yang tidak berfungsi tersebut. 

Menurutnya, harus ditemukan titik masalahnya, apakah selama ini memang tidak ada pemeliharaan dari pemerintah atau memang akibat tumpuk sampah dan limbah akibat kurang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. 

Ali Habibi menilai dengan kondisi drainase yang tidak berfungsi dapat menyebabkan genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat terganggu, bahkan dapat memicu datangnya sumber penyakit seperti sarang nyamuk dan sebagainya. 

Namun, tidak adanya pembuangan air yang lancar juga memicu banjir yang bertahan lama apabila terjadi luapan air sungai Kapuas. 

"Ini harus kita menjadi perhatian semua pihak dalam mencari solusi, terlebih lagi bangunan warga dan pembuangan limbah rumah tangga," kata Ali Habibi. 

Oleh karenanya, Ali Habibi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, mulai dari sampah hingga kebersihan lingkungan. 

"Yang jelas kita minta Pemda turun tangan begitu juga masyarakat, kita harus sama-sama peduli, tanpa adanya kesadaran masyarakat juga tentu ini akan sulit di atasi," pungkasnya. (*) 

Leave a comment