Ini Penjelasan RSUD Sambas Soal Pasien Pulang dari IGD Lahiran di Teras Rumah

2026-01-22 16:53:45
RSUD Sambas. (Insidepontianak.com/Antonia Sentia)

SAMBAS, insidepontianak.com – Kejadian ini sudah kadung viral. Pasien bersalin pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas, lalu melahirkan di teras rumah.

Kontan publik bereaksi. Pelayanan kesehatan jadi sorotan tajam. Namun, pihak sumah sakit tak mau disudutkan. Sebab, cerita di media sosial dianggap tak sepenuhnya benar.

Lalu, apa penjelasannya?

Pihak RSUD Sambas menegaskan, rumah sakit tak pernah menyuruh pasien bersalin tersebut untuk pulang.

“Justru keputusan pulang merupakan hasil kesepakatan pasien dan keluarga setelah menerima penjelasan dari tenaga medis,” tegas Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sambas, Muhardi, Kamis (22/1/2026).

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026, dini hari. Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan keluhan kontraksi hebat.

Petugas medis langsung gerak cepat. Pemeriksaan dilakukan. Dipastikan sesuai standar operasional prosedur. Hasilnya, kondisi ibu dan janin dinyatakan normal.

“Saat itu belum masuk fase persalinan aktif,” kata Muhardi.

Tenaga medis kemudian memaparkan kondisi pasien. Didengar sumai dan keluarganya. Maka, dua opsi disampaikan.

Pertama, tetap dirawat untuk observasi, atau yang kedua boleh pulang dengan catatan kembali secepatnya jika kontraksi semakin kuat atau semakin sering.

Selanjutnya, pasien dan keluarga memilih pulang. Di saat hampir bersamaan, IGD menerima pasien bersalin lain. Kondisinya sudah memasuki fase kelahiran. Butuh penanganan segera.

“Sehingga pasien yang datang belakangan ini menjadi prioritas karena tingkat kegawatdaruratan yang lebih tinggi,” kata Muhardi.

Ia pun menegaskan, seluruh layanan terhadap pasien yang pulang tersebut telah sesuai standar medis, etika profesi, dan prosedur rumah sakit.

Namun situasi berubah cepat. Setiba di rumah, pasien itu justru melahirkan di teras. Ceritanya viral di Facebook. Kejadian ini dianggap di luar pengetahuan rumah sakit.

Di sisi lain, sebelum pulang, pasien telah diarahkan untuk segera kembali jika kontraksi meningkat. 

Meski begitu, Muhardi menegaskan RSUD Sambas tidak antikritik. Kasus ini menjadi bahan evaluasi internal.

“Kami sangat komitmen meningkatkan mutu pelayanan,” ujar Muhardi.

Namun, ja juga meminta masyarakat bersikap bijak dan tidak menarik kesimpulan sepihak berdasarkan cerita di media sosial.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah diunggah akun Facebook bernama Mukmin. Ia merupakan abang dari ibu yang melahirkan tersebut.

Kepada Insidepontianak.com, Mukmin menceritakan kronologi versi keluarga. Menurutnya, sang adik datang ke IGD karena sakit perut hebat saat hamil.

Setelah diperiksa, tenaga medis menyampaikan kondisi masih pembukaan dua dan belum masuk persalinan aktif. Keluarga pun diminta pulang.

Keputusan itu berujung genting. Sekitar 30 menit setelah tiba di rumah, kondisi ibu mendadak memburuk. Keluarga berusaha kembali ke rumah sakit. Tapi tak sempat.

“Bayinya keburu keluar,” kata Mukmin.

Ia bersyukur ibu dan bayi selamat. Namun ia menegaskan, persalinan itu berlangsung dalam kondisi sangat berisiko.***

Leave a comment