Mahasiswa dan Ojol Lanjut Demo di Polda Kalbar, Tuntut Proses Hukum Aparat yang Represif hingga Desak Copot Kapolda

2025-08-31 00:36:14
Mahasiswa melakukan teatrikal Mahkamah Rakyat di Polda Kalba dengan tuntutan proses hukum aparat represif, copot Kapolda dan Kapolresta Pontianak. (Insidepontianak.com/Andi Ridwansyah)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ratusan mahasiswa dan pengemudi ojek online kembali menggelar demonstrasi di Polda Kalimantan Barat pada Sabtu (30/8/2025). 

Aksi ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa di DPRD Kalbar dua hari sebelumnya, yang disebut massa berakhir dengan tindakan represif aparat.

Para demonstran menuntut pencopotan Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto dan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono. Mereka menilai tindakan aparat mengawal aksi massa, sangat bengis dan kejam, sehingga mengakibatkan sejumlah mahasiswa terluka.

Tuntutan tersebut diputuskan dalam sebuah sidang Mahkamah Rakyat yang digelar secara teatrikal di halaman Polda Kalbar. Sidang ini dipimpin oleh mahasiswa dan dihadiri langsung oleh Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono.

"Kami menyikapi sikap represif aparat. Kami memiliki bukti foto dan lainnya," ujar Hafidz, koordinator lapangan aksi.

Selain menuntut agar Kapolda dan Kapolresta mundur, Hafidz juga mendesak agar aparat yang terlibat dalam pemukulan mahasiswa diproses secara hukum, agar tindakan serupa tidak terulang di masa mendatang.

Selain di Polda Kalbar, kelompok mahasiswa dari Solidaritas Mahasiswa Peduli Rakyat (Solmadapar) juga melakukan aksi di DPRD Kalbar. Hingga berita ini ditulis, demonstrasi masih berlangsung dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.***

Leave a comment