Ricuh Demo di Pontianak Berakhir Setelah Mediasi Berhasil Dilakukan, Polisi Antar Mahasiswa Pulang

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kericuhan demonstrasi menolak kenaikan tunjangan DPR oleh mahasiswa dan pemuda di Pontianak, berakhir pukul 22.20 WIB, Jumat (29/8/2025).
Beberapa orang peserta aksi yang diamankan polisi, satu persatu telah diantar pulang ke rumah masing-masing.
Sebelumnya, kericuhan antara demonstran dengan aparat pecah sekitar pukul 18.04 WIB. Massa mengamuk karena tak terima dibubarkan secara paksa dengan tembakan gas air mata.
Massa melempari petugas dengan botol minuman dan batu. Situasi di Jalan Ahmad Yani sempat mencekam.
Pagar Kantor Gubernur dan fasilitasnya dirusak. Personel Brimob diterjukan untuk memukul mundur massa.
Bentrokan kembali memuncak di Bundaran Digulis. Massa melakukan pembakaran. Saat kejadian ini, aparat berhasil mengamankan 18 pendemo yang diduga memicu kericuhan.
Tembakan gas air mata kembali dilepaskan untuk memecah konsentrasi massa. Sebagian pendemo berlari masuk ke gerbang Universitas Tanjungpura.
Di sana ratusan massa bertahan. Mereka terus melakukan perlawanan. Pos polisi dirusak. Sepeda motor aparat dibakar. Akses jalan masuk ke kampus Untan ditutup.
Saat aparat lengah, sebagian massa menyusup ke Maga Mall. Pos Police Corner dibakar. Beruntung api berhasil dipadamkan. Namun kerusakan tak dapat dihindari.
Situasi semakin panas. Polisi kembali menembakkan gas air mata. Pedagang yang berjualan di kawasan Untan terdampak asap yang bikin perih mata.
Upaya aparat meredam amarah demonstran akhirnya berhasil, setelah mediasi berhasil dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat.
Sekitar pukul 22.00 WIB, mahasiswa sepakat menyudahi huru hara. Mereka akhirnya diantar pulang oleh aparat.
Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Suyono memastikan, situasi saat ini sudah kembali kondusif. 18 pendemo yang diamankan telah dipulangkan.
"Tidak ada satupun dari mereka yang terluka," tegasnya Suyono, Sabut (30/8/2025)
Menurutnya, kericuhan yang mewarnai demonstrasi tak hanya menyisahkan kerusakan pada fasilitas umum. Tapi beberapa anggotanya juga terluka dan telah mendapat perawatan medis.
Peristiwa ini diharap menjadi pelajaran. Ke depan ia mengimbau, pelaksanaan unjuk rasa agar berjalan tertib, supaya substansi aspirasi yang disuarakan tersampai dengan baik.
"Mari jaga kondusivitas dan harapannya bisa damai," ajaknya.
Suyono memastikan, telah menginstruksikan jajarannya untuk mengawal aksi demo dengan humanis dan melayani sepenuh hati.***
Leave a comment